Selamat pagi.
Bagiku waktu selalu pagi. Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan.
Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi.
Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.
(Tere Liye dalam Sunset Bersama Rosie)
Lama tak jumpa, bukan berarti tak ingin bercerita. Lama tak bercerita, bukan pula berarti tak ada kisah.
Hai. Nampaknya sudah sekian purnama aku tak bermain di sini. Ternyata satu hal itu membuatku cukup kewalahan. Tapi, mau bagaimana lagi? Untuk hal yang satu itu hanya perlu untuk dihadapi, dan dijalani sebaik mungkin.
Well... Aku akan coba untuk mulai bercerita kembali. Memandangi layar putih dengan sedikit berpikir hingga menghasilkan patahan kata. Bercerita tentang apapun. Tentang hari kemarin, hari yang lalu-lalu, atau justru tentang hari yang akan datang. Bercerita pulang tentang ia, tentang siapa saja, atau bisa jadi, tentangmu. Tapi entahlah... Aku tak benar-benar yakin senekat itu untuk menuliskan sesuatu tentangmu. Meskipun memang sejujurnya, aku sangat ingin.
Sekian waktu berlalu tentunya sekian kisah pula yang terlewati. Semua yang terbayang dan tak terduga menjadi satu padu membentuk sebuah kisah indah yang abstrak. Tapi, di dunia ini, bukankah tak pernah ada yang namanya kebetulan?
Semua sudah tertulis dalam kitab yang nyata.
Termasuk semua jumpa-pisah, bahagia-derita, tawa-tangis, dan sampainya kita di titik ini, semua merupakan sebuah keniscayaan. Tahukah kau, tugas kita saat ini cukup untuk mensyukuri segala nikmat-Nya, dan bersabar atas segala kehendak-Nya.
Salam semangat dari mahasiswi mager yang belum beres uas dan nulis ini secara spontanitas sambil tiduran. Mudah-mudahan kau nggak ikutan mager ya. Hehe.
Jumat pertama di sembilan belas.
Menyambut waktu ashar.
Di kamer.
Jangan lupa al-Kahfi dan perbanyak sholawat. Hehe.
Komentar
Posting Komentar